Petanque Tambah Medali, UNIBA Kini Koleksi 18 Medali di POMPROV VIII Banten 2026
CILEGON, UNIBANEWS — Cabang olahraga (cabor) petanque kembali menyumbangkan medali bagi Universitas Bina Bangsa (UNIBA) pada hari ketujuh pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) VIII Banten 2026, Jumat (4/9/2026).
Pada pertandingan hari ini, kontingen UNIBA mencatatkan raihan 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu dari cabang olahraga petanque.
Medali emas diraih Yuliyani dan Intan Pratiwi, mahasiswa UNIBA dari Program Studi Administrasi Publik dan Program Studi Gizi, setelah menjadi juara pertama pada nomor Double Woman.
Sementara itu, Yuliyani, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, juga mencatatkan prestasi sebagai juara kedua atau peraih medali perak pada nomor Single Woman.
Dari nomor Double Man, pasangan Muhamad Haedar Ali dan Huda Ashshidiq, masing-masing mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, berhasil meraih juara ketiga peraih medali perunggu.
Raihan tersebut menambah koleksi medali kontingen UNIBA dalam POMPROV VIII Banten 2026. Berdasarkan pembaruan klasemen sementara hingga pukul 17.20 WIB, Jumat (4/9/2026), UNIBA telah mengumpulkan 18 medali, terdiri atas 3 emas, 5 perak, dan 10 perunggu.

Dengan raihan tersebut, Universitas Bina Bangsa berada di peringkat keenam klasemen sementara, berada tepat di bawah BINUS University yang menempati posisi kelima.
POMPROV VIII Banten 2026 merupakan ajang multiolahraga antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Banten. Kompetisi yang berlangsung di Kota Cilegon ini diikuti sekitar 1.270 atlet mahasiswa dari 38 perguruan tinggi dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga.
Kompetisi olahraga mahasiswa se-Banten tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni dan berlangsung selama sepekan, mulai 29 Agustus hingga 5 September 2026.
Petanque, Olahraga Presisi dan Strategi
Petanque merupakan olahraga permainan yang dimainkan dengan cara melempar atau menggelindingkan bola logam (boule) sedekat mungkin ke sebuah bola sasaran yang disebut jack atau boka. Olahraga ini membutuhkan perpaduan akurasi, konsentrasi, kontrol kekuatan lemparan, strategi, serta kemampuan membaca posisi bola.
Dalam pertandingan beregu seperti nomor double, kerja sama antarpemain menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan strategi permainan. Sementara pada nomor single, kemampuan individu dalam mengatur setiap lemparan menjadi sangat menentukan.
Bagi kontingen UNIBA, keberhasilan atlet petanque tersebut tidak hanya menambah perolehan medali, tetapi juga menunjukkan potensi mahasiswa dari berbagai program studi dalam mengembangkan prestasi di bidang olahraga.
Biro Kemahasiswaan UNIBA Hadi Kurniawanto, yang turut mendampingi para atlet, menilai keberadaan cabor petanque sebagai peluang baru yang perlu dikembangkan secara serius.
Menurutnya, cabang olahraga yang relatif baru tersebut harus menjadi bagian dari perhatian pembinaan olahraga ke depan, khususnya dalam menyiapkan atlet muda yang dapat membawa nama baik kampus sekaligus berkontribusi bagi prestasi olahraga Provinsi Banten.
“Cabor baru ini ke depan harus bisa meningkatkan prestasi dalam mengemban nama baik kampus serta menjadi penyumbang talenta atlet di cabor ini untuk Provinsi Banten. Ini harus menjadi perhatian KONI ke depannya sebagai atlet muda yang membutuhkan pembinaan berkesinambungan dan menjadi aset atlet di Provinsi Banten,” ujar Hadi.
POMPROV VIII Banten 2026 masih menyisakan satu hari pertandingan. Kontingen UNIBA masih berpeluang menambah pundi-pundi medali sekaligus memperbaiki posisi dalam klasemen akhir kejuaraan. (CAH) ***



