Lebak – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 79 Universitas Bina Bangsa menggelar Seminar Edukasi Remaja Berkarakter (SEMARAK REMAJA) di Aula MA Al-Falah Assalafiyah, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika, cyberbullying, dan sexting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Seminar yang mengusung tema “Mewujudkan Calon Generasi Emas Indonesia: Lawan Narkotika, Cegah Cyberbullying, dan Waspada Sexting” diikuti 43 siswa kelas XI dan XII. Program ini merupakan inisiatif Bidang 3 KKM yang membidangi sosial, budaya, hukum, dan pemberdayaan masyarakat.
Tiga narasumber dari unsur kepolisian, organisasi kepemudaan, dan akademisi dihadirkan untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi remaja di era digital.
Materi pertama disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Kopka Uwi, S. bersama Brigadir Polisi Ridwan Herdiyansyah dari Polsek Cikulur. Keduanya menjelaskan bahaya penyalahgunaan narkotika, pola peredaran yang menyasar kalangan remaja, serta pentingnya keberanian menolak segala bentuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Selanjutnya, Wakil Ketua Umum Forum Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Lebak, Ihlal Saputra, membawakan materi mengenai bahaya sexting dan pentingnya menjaga privasi di ruang digital. Ia mengajak peserta memahami risiko penyebaran konten pribadi sekaligus meningkatkan literasi keamanan siber agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan digital.
Sementara itu, Wakil Ketua BEM Nusantara, Silvidianti, S.Sos., mengangkat isu cyberbullying dan etika bermedia sosial. Menurutnya, perkembangan media sosial harus diimbangi dengan kesadaran untuk berkomunikasi secara bertanggung jawab.
“Cyberbullying bukan lagi persoalan sepele. Ejekan, penghinaan, maupun penyebaran aib di media sosial dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius. Karena itu, literasi digital harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter agar media sosial menjadi ruang yang aman dan produktif bagi generasi muda,” ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekolah maupun media sosial, mulai dari penyalahgunaan media digital hingga cara menghadapi perundungan di dunia maya.
Ketua Kelompok 79 KKM Universitas Bina Bangsa, Arizal Almunawar, mengatakan seminar tersebut menjadi salah satu program prioritas karena mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan remaja sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada bidang kesehatan, pendidikan berkualitas, dan pembangunan masyarakat yang damai.
“Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran dan keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi persoalan narkotika, cyberbullying, maupun sexting. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Arizal.
Koordinator Bidang 3, Farel Kayla R., menambahkan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab menghadirkan program pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Mahasiswa harus mampu menghadirkan edukasi yang relevan dengan tantangan zaman melalui pendekatan preventif dan partisipatif,” ujarnya.
Kepala MA Al-Falah Assalafiyah, Firdaus, S.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini dan memberikan wawasan baru bagi peserta didik.
Salah seorang peserta juga mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai etika bermedia sosial, terutama melalui konsep The 3-Second Rule: Stop – Think – Then Post, yakni membiasakan diri berhenti sejenak, berpikir mengenai dampak unggahan, kemudian memutuskan untuk membagikannya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan sertifikat kepada seluruh narasumber sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui seminar ini, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa berharap dapat berkontribusi dalam membangun generasi muda yang lebih sadar akan bahaya narkotika, bijak bermedia sosial, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan era digital menuju Indonesia Emas 2045.
:::

