Serang – Upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai pertolongan pertama (First Aid) pada kecelakaan terus dilakukan oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 53 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Tahun 2026 melalui penyelenggaraan Workshop First Aid di Desa Tanjungsari pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan KKM 53 yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pertolongan pertama yang benar sekaligus meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di lingkungan masyarakat.
Workshop yang dilaksanakan di Aula Desa Tanjungsari tersebut menghadirkan Delly Maulana Firmansyah, anggota Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh perangkat desa, kader masyarakat, pemuda, serta warga Desa Tanjungsari yang antusias mengikuti materi hingga sesi praktik.
Ketua KKM 53 UNIBA menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop ini berangkat dari masih ditemukannya berbagai kesalahpahaman dalam penanganan korban kecelakaan ringan maupun luka sehari-hari. Salah satu contoh yang masih sering dijumpai ialah penggunaan odol sebagai penanganan awal pada luka bakar, padahal tindakan tersebut tidak dianjurkan secara medis.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip dasar pertolongan pertama, mulai dari cara menangani luka terbuka, luka bakar, mimisan, tersedak, hingga langkah awal menghadapi korban yang tidak sadarkan diri. Selain penyampaian materi, narasumber juga memberikan demonstrasi secara langsung mengenai teknik pembalutan luka, penghentian perdarahan ringan, serta prosedur pertolongan pertama yang tepat sebelum korban mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Dalam pemaparannya, Delly Maulana Firmansyah menegaskan bahwa tindakan pertama yang dilakukan seseorang saat menghadapi korban sangat menentukan kondisi korban selanjutnya. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperoleh informasi yang benar dan tidak hanya mengandalkan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa luka bakar cukup diolesi odol, kecap, atau bahan lainnya. Padahal tindakan tersebut justru dapat memperburuk kondisi luka. Penanganan pertama yang benar adalah mendinginkan area luka menggunakan air bersih yang mengalir selama sekitar 20 menit, kemudian menutup luka dengan kain atau perban steril apabila diperlukan sebelum mendapatkan penanganan medis,” jelas Delly.
Selama sesi berlangsung, suasana workshop berjalan interaktif. Peserta aktif memperhatikan setiap demonstrasi yang diberikan narasumber, terutama pada materi praktik pembalutan luka dan penanganan korban dalam situasi darurat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap edukasi kesehatan yang aplikatif dan mudah dipahami.
Pemerintah Desa Tanjungsari turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Sekretaris Desa Tanjungsari menyampaikan bahwa Workshop First Aid merupakan inovasi baru yang belum pernah dilaksanakan oleh kelompok KKN maupun KKM sebelumnya di desa tersebut.
“Ini belum pernah ada selama ada anak-anak KKN di Desa Tanjungsari, kegiatan ini belum pernah ada, baru kali ini. Kalau kegiatan seperti penanggulangan sampah, UMKM, dan program lainnya mungkin sudah biasa dilakukan oleh kelompok sebelumnya. Tetapi untuk edukasi penanganan medis atau pertolongan pertama seperti ini, seingat saya baru pertama kali ada di Desa Tanjungsari.”
Menurutnya, edukasi mengenai pertolongan pertama memiliki manfaat yang besar karena dapat menjadi bekal masyarakat ketika menghadapi situasi darurat sebelum bantuan tenaga kesehatan tiba. Pemerintah desa juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan.
Workshop First Aid menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian KKM 53 UNIBA kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat. Kolaborasi antara mahasiswa, PMI, dan Pemerintah Desa Tanjungsari diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya tindakan pertolongan pertama yang sesuai dengan standar medis.
Melalui kegiatan ini, KKM 53 UNIBA berharap masyarakat Desa Tanjungsari dapat meninggalkan berbagai mitos yang keliru mengenai penanganan luka dan mulai menerapkan prosedur pertolongan pertama yang benar. Dengan demikian, risiko terjadinya komplikasi akibat kesalahan penanganan awal dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam membantu sesama ketika terjadi keadaan darurat.
KKM 53 UNIBA Bersama PMI Edukasi Warga Desa Tanjungsari melalui Workshop Pertolong Pertama

